Sejarah Legalnya Judi Kasino Di Indonesia

Sebelum tahun 1980-an, kasino sudah pernah legalkan di Indonesia. Sudah pernah ada kasino di daerah Jakarta waktu di bawah kepemimpinan Ali Sadikin, contohnya lantai bawah Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, di Petak Sembilan (PIX), Jakarta Barat, serta di Hai Lai, Ancol.

Gedung Sarinah
Gedung Sarinah

Laporan Majalah Tempo 21 Februari 1981 menyebutkan pada masa jayanya lantai dua gedung itu disediakan khusus untuk mengadu untung lewat permainan keno. Kursi yang ditempeli asbak berderet memenuhi ruangan besar, menghadap sebuah layar yang memancarkan nomor keno yang keluar pada suatu permainan.

Bagi pengunjung berkantong lebih tebal disediakan ruang VIP atau Royal Room yang terletak di sebelah kiri eskalator. Tak sembarang orang boleh masuk. Sekurang-kurangnya tiga penjaga akan meneliti tiap pengunjung. Hanya mereka yang sudah dikenal sebagai penjudi bertaruhan besar yang diperkenankan melewati penjaga.

Alasan Kasino Di Legalkan

Gubernur Ali Sadikin jalan terus dengan keputusannya melegalkan dan melokalisasi perjudian di Jakarta. Selain Hailai dan Copacabana, juga ada kasino di Djakarta Theatre, Proyek Senen dan Petak Sembilan di daerah Glodok.

Ilustrasi Perjudian Kasino Di Indonesia
Ilustrasi Perjudian Kasino Di Indonesia

Bang Ali berkeras bahwa sikapnya itu memiliki landasan hukum. Undang-undang Nomor 11 tahun 1959 tentang Peraturan Pajak Daerah kata Bang Ali memungkinkan Pemerintah Daerah memungut pajak atas izin perjudian.

“Hanya saja gubernur-gubernur lain tidak berani melakukannya,” ujar Bang Ali seperti yang dikutip dari Biografi Bang Ali Demi Jakarta 1966-1967. “Saya berani, untuk keperluan rakyat Jakarta.”

Menurut Bang Ali, DKI Jakarta saat itu benar-benar memerlukan dana untuk membangun jalan dan fasilitas umum. Tentu saja tak semua orang setuju. Tapi Bang Ali tetap kukuh pada pendiriannya.

“Bapak-bapak kalau masih mau tinggal di Jakarta sebaiknya beli helikopter saja. Karena jalan-jalan di DKI Jakarta dibangun dengan pajak judi.” Ungkap bang Ali

Judi pun menurut Bang Ali hanya ditujukan pada golongan tertentu saja atau warga negara asing.

“Kalau ada orang Islam yang berjudi itu bukan salah gubernur, tetapi keislaman orang itu yang bobrok. Dan sebagai umat Islam saya sendiri tidak pernah berjudi.”

Akhir Sejarah Kasino Indonesia

Pada tahun 1990-an, di Indonesia banyak kasino yang diam-diam bekerja dengan ilegal. Bersamaan dengan perubahan media yang maju cepat di era 21, banyak pekerjaan itu dikabarkan pada media.

Pemerintah Indonesia lewat Kepolisian RI melakukan tindakan cepat tutup semua kasino illegal sesudah mendapatkan laporan dari warga. Saat ini mustahil dapat diketemukan kasino legal sebab berlawanan dengan Undang-Undang Basic 1945 yang melarang perjudian.

Kasino daring mulai masuk ke Indonesia tahun 2005. Peminat kasino daring besar sekali sebab kasino dengan fisik telah tergolong ilegal. Solusi kasino daring bisa dijangkau cuma bermodalkan telephone genggam menjadi pilihan banyak orang saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *